BERPUISI MEMPERHALUS PRILAKU MENGASAH KEPEKAAN

Sabtu, 01 Mei 2010

pm

HUJAN RISIK SEPANJANG MALAM

Sepanjang malam hujang yang risik mengisi
tamasya langit dengan senandung bunga-bunga layu
Bayang-bayang matahari yang rindu menyelinap
antara berkas-berkas yang digoreskan waktu

Dijendela cahaya lampu terbaring memejamkan mata
dicium kaca yang muram, tetesan air di bawah bumi
fajar tiba angin memenuhi pantai yang bersih
dengan perahu-perahu nelayan.

Ah, tapi serasa ada yang hampamendesir sekoyong-koyong

membuka pintu rumahku yang lesu di ketok musim semi


( Abdul Hadi W.M )
1974

0 komentar: