HUJAN RISIK SEPANJANG MALAM
Sepanjang malam hujang yang risik mengisi
tamasya langit dengan senandung bunga-bunga layu
Bayang-bayang matahari yang rindu menyelinap
antara berkas-berkas yang digoreskan waktu
Dijendela cahaya lampu terbaring memejamkan mata
dicium kaca yang muram, tetesan air di bawah bumi
fajar tiba angin memenuhi pantai yang bersih
dengan perahu-perahu nelayan.
Ah, tapi serasa ada yang hampamendesir sekoyong-koyong
membuka pintu rumahku yang lesu di ketok musim semi
( Abdul Hadi W.M )
1974
skip to main |
skip to sidebar
BERPUISI MEMPERHALUS PRILAKU MENGASAH KEPEKAAN
DARI CATATAN SEORANG DEMONSTRAN
PENGHIDUPAN
SEMUANYA BISA DENGAN ILMU
0 komentar:
Posting Komentar