BERPUISI MEMPERHALUS PRILAKU MENGASAH KEPEKAAN

Jumat, 14 Mei 2010

Cinta***



Ratapan dalam Duka

Tak akan lagi aku sanggup
Mengepak sayap mengitari bumi
Menyibak kabut di pagi

Sungguh aku tak akan sanggup
Walau hanya memandang dunia

Sebab badan ini
Menanggung sakit tiada bertabib
Menanggung lara tiada pelipur
Dirangka sayapku yang patah
Melawan badai tadi siang

Sebab badan ini
Menanggung sakit tiada bertabib
Menanggung lara tiada pelipur
Dihati yang tersayat oleh rasa
Melawan benci diruang cinta

Sebab badan ini
Menanggung sakit tiada bertabib
Menanggung lara tiada pelipur
Dijantung yang tertusuk duri
Hingga aku tiada tersadar lagi
Bahwa aku telah mati

Kupersembahkan puisi ini kepada Dia yang mengajari aku tentang cinta
Yang mengajari akau tentang kebencian
Yang mengajariku tentang arti hidup

(puisiku.net)

cinta**


“TENTANG AKU DAN KAMU”

Langkahku terhenti saat hati mulai mencair karena rindu…
Tataplah mentari, karena hari ini semuanya harus kita akhiri
Genggamlah jariku, karena mungkin kita tak mungkin kembali ke masa-masa ini…
Peluk tubuhku ini, karena sungguh… aku ingin..

Pertama ku sentuh warnamu, saat hati ini gersang, penuh dengan debu….
Sperti Oase yg bangkitkan hasrat untuk berbagi angan.. kamu hadir bawakan aku Cinta..
Kamu buat aku tertunduk, merenung, dan menatap jauh ke dalam mata indahmu

Sungguh.., aku telah tenggelam dan hanyut dalam lautan cinta terlarang ini..
Saat kututup mataku, terbersit keinginan untuk bawa kamu jauh kedalam kehidupanku
Saat kuyakinkan hati ini bahwa kamu mampu bertahan dengan semua keadaanku saat ini
Selalu ada sesuatu yang memaksa aku berfikir kembali untuk melangkah lebih jauh
Sampai di Titik ini, aku harus menjawab… mengapa hatiku sering bimbang
Jujur…. dari dalam lubuk hatiku yang paling dalam.. aku katakan…
Aku sayang kamu…… Aku cinta Kamu… Aku akan selalu rindu padamu…..

Dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada padamu
Hingga buatlah kamu benci padaku karena perasaanku ini…
12 Des 08, kita putuskan untuk arungi lautan yg penuh gelombang ini bersama-sama
Berbekal hati yg terluka, coba abaikan sakitnya, penuh harap, gantungkan angan diangkasa…

Walau hampir basah pipi ini dengan air mata tak percaya…
Getir…. Saat kau ucapkan setiap kata yang terbungkus cerita tentang kamu dengan dia…
Tapi sudahlah, aku bisa terima semua itu… dan berharap, tak ada lagi cerita yg keluar dari bibirmu tentang masa lalumu itu, karena aku masih ingat jelas rasa sakitnya…

Sejak saat itu, hariku tak lagi membosankan…
Sejak saat itu, ada wajah dan warnamu dalam setiap ruang di hati dan fikiranku
Ada senyummu, pandanganmu dan suaramu di sela-sela aku menghela nafas…

Sungguh, kamu begitu memberi arti di dalam kisah hidupku
Sampai kusadari, aku bukanlah orang yang kau cari…
Aku bukanlah pangeran dalam mimpimu…

Aku bukanlah pembawa bahagian di masadepanmu,
Aku hanya seorang pemimpi, yg dapat halangi kamu untuk temukan belahan hatimu yang lain..

Aku tak bisa menjadi tanpa batas dimatamu…
Akupun Kadang tak bisa selalu ada disisimu saat kamu butuh aku..
Aku tak bisa janjikan waktu-waktu indah untuk kamu,
Aku sadar benar, semua ini menyiksamu… aku dan kenangan-kenangan kita
Bila kita tak mungkin lagi bersatu,…

Sungguh….
Aku akan tetap berusah selalu ada untuk kamu,
Walau tak mungkin lagi hatimu utuh untukku..
Semoga kamu temukan cinta sejatimu, tanpa batas… hingga dunia tau….

Sesungguhnya ada ruang di dalam mata indahmu..
Ruang yang hanya pantas diisi dengan cinta tulus dengan hati…
Aku Cinta Padamu…
Terima kasih, untuk semua sayang dan cintamu.. yg membuat aku akan sangat kehilanganmu..

Jangan lupakan aku.. sungguh, kisah ini jadi penggalan manis dalam hidupku,
Walau “kita cukup sampai disini….”
Mungkin, Sampai aku kembali lagi…
Mungkin…
(puisiku.net)

cinta**


LUNAKU

Apakah dia…
apakah dia adalah keidahan maya yang membuat sang nyata terpesona?
ataukah hanya kerlip semu yang melenyapkan haru..
seusai kuabadikan hati untuk membuatnya tetap bermimpi…
aku bertanya…

layakkah??
atau akankah hanya menjadi retak hati yang mengekang masaku…
hening…

keindahan yang mengelilingi jiwa…
dan rasa sakit yang bercermin kala…

kenapa aku rela bertaruh…
pada kisah yang tidak bisa aku akhiri…

hanya pada sang mata tempatku bertanya…
hanya pada sang hati tempatku berjanji…

aku kan menjaganya, di saat indahnya
atau saat setan membuatnya meneteskan air mata…

aku sayang kamu lunaku…
aku sayang kamu…
lunaku…

(puisiku.net)

Cinta**



Bahagia Sendiri


Hari ini, saat ini, detik ini…
Hari Bahagia menjemputku,
hari yang kunanti dalam Hidupku,
meski tiada seorangpun di sampingku

Kesedihanku, keresahan dan gelisahku,
bercampur jadi Satu

Kebahagiaanku, keceriaan dan tawaku
sedikit kurasa tanpa kalian yang kucintai

Hari ini, malam ini, lewat Hati ini…
ingin menangis,
namun, kuredam sejenak…
karna ku tak ingin larut, dalam bahagia, meski sepi tanpa teman

pasti datang, hari…
di mana ku dapat rayakan bersama semua

Malam inipun, langit meneteskan hujannya
seakan merasakan kepedihan Hati yang terjadi padaku
Hujan, jangan buat Aku semakin sedih… (puisiku.net)

cinta***

Bungaku

Ku habiskan waktu hanya ‘tuk bersama bungaku
Meski kuharus lalui jalan berliku
Meski terkadang kuterkena duri-duri tajam
Namun akhirnya kudapat nikmati indahnya
Walau dengan bayang yang terhalang oleh jarak

Tapi kini bunga yang kusayang berada diantara jurang
Aku yang berusaha melewati tebing-tebing terjal
Kini terjatuh dalam kehampaan

Ku harus mencoba berdiri ‘tuk melangkah
Walau ku tahu ku tak mampu melewati tebing curam itu
Disini, dimana aku benar-benar terjatuh dilembah kehampaan
Sekuntum bunga tersenyum kepadaku
Aku yang masih terluka
Ternyata dia-lah yang mampu membasuh sembuhkan lukaku
Meski ku hanya merasakan sakitnya luka
Tapi ku bisa sedikit merasakan manisnya madu

Aku tak tahu apa yang kulakukan
Tapi aku mencoba berdiri ‘tuk berjalan
Meski aku harus tertatih-tatih karena sakitnya luka ini
Meski ku tak nyakin
Mampukah bunga ini menggantikan bungaku yang hilang
Semoga rasa ini terhanyut oleh arus waktu
Yang kan membawanya pergi jauh

Ku harus mencoba merawat bunga ini
Meski butuh waktu lama
Sampai terbentuk rangkaian bunga yang indah
Hingga tercium semerbak harum wangi bunga
Saat itu ku takkan merasakan lagi
Sakitnya luka ini
(puisiku.net)

cinta**

Cinta Yang Tak Pasti

mungkin aku terlalu bodoh untuk mengerti
mungkin aku tak sengaja jg mnykiti
andai aku tau isi hatimu
andai kesempatan itu datang lagi padaku

sekarang mustahil bagiku
bahkan menyentuh bayangmu, aku tak mampu
sekarang aku terpuruk dalam jurang sesalku
dan cinta ni jadi sesak dalam dadaku

aku tau cinta ini sudah tak laku
tapi biarkan cinta ini aku miliki
biarkan cinta ni menjadi bebanku
aku tak peduli
meski menghambat jalanku
aku tau mencintaimu adalah tak pasti


(puisiku.net)

Rabu, 05 Mei 2010

pm.


BUNGLON

Ah , Sungguh puas warna aneka
Gampang menyamar mudah menjelma
Asal diri menurut suasana

Oh tuhanku, biar daku hidup sengsara
Biar lahirku diancam derita
Tidak daku sudi serupa

Minggu, 02 Mei 2010

pm

SURAT DARI IBU

Pergi kedunia luas anakku sayang
Pergi ke hidup bebas
Selama angin masih angin buritan
Dan matahari pagi menyinar daun-daun
Dalam rimba dan padang hijau

Pergi kelaut lapas
Pergi ke alam bebas
Selama hari belum petang
Dan warna senja brlum kemerah-merahan
Dan menutup pintu waktu lampau

Jika bayang telah pudar
Dan elang laut pulang ke serang
Angin bertiup ke benua
Tiang-tiang akan kering sendiri
Dan nakhoda sudah tahu pedoman
Boleh engkau datang kepadaku

Kembali pulang, anakku sayang
Kembali kebalik malam
jika kapalmu telah rapat ke tepi
kita akan bercerita
"tentang cinta dan hidup pagi hari"



pm

pm

SAWAH

Sawah tersusun dilereng gunung
Berpagar dengan bukit barisan
Sayup-sayup ujung ke ujung
Padi mudanya hijau berdandan

Didangau perawan duduk menyulam
Matanya memandang padi huma
Sekali-kali ia bernalam
Dipetik dari hati mudanya

Kalau pipit turun berkawan
Merayap hinggap dimayang padi
Terdengar teriak suara perawan
Menyurh pipit menjauhkan diri

kalau pipit sudah terbang
Melayang hilang pulang kerimba
Perawan bernyanyi menembang-tembang
Menyesali pipit tak tahu iba

"mengapa engkau ayuhai pipit,
Tak tahu diarti iba kasihan,
Badanku payah menanggung kasihan,
Mencucur keringat sepanjang zaman
Engkau tahu memakan saja?"


P.M

CITAKU JAUH DI PULAU

Citaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri


Perahu melancar, bulan memancar
dileher kukalungkan oleh oleh buat sipacar
angin membantu,laut terang, tapi terasa
Aku tidak'kan sampai padanya

Di air yang tenang, diangin mendayu
diperaan penghabisan segala melaju
Ajal bertahta,sambil berkata
"Tunjukan perahu kepangkuanku saja"

Amboi Jalan sudah bertahun kutempuh
Perahu yang bersama 'kan merapuh
Mengapa ajal memanggil dulu
Sebelum berpeluk dengan cintaku?

Manisku jauh di pulau
Kalau 'ku mati ,dia mati iseng sendiri


(Chairil Anwar.1954)

Sabtu, 01 Mei 2010

p.m

DIPONOGORO

Di mana pembangunan ini
tuan hidup kembali

Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar.Lawan banyaknya seratus kali
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselendang semangat yang tak bisa mati

MAJU

Ini barisan tak bergenderang- berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.

Sekali berarti
Sudah itu mati

MAJU

Bagimu Negeri
Menyediakan api.

Punah di atas mengahamba
Binasa di atas ditindas

Sungguhpun dalam ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai

Maju
Serbu
Serang
Terjang
(Chairil Anwar 1943)



p.mp

DI ATAS TAHTA KEBOHONGAN

Dua belas bulan
aku berkelana di dunia asing
tanpa dasar ilmu

kesengsaraan lahirbatin
kala diletakan kertas bertulis
asing ilmu gelappengab
namun takkuasa menolak

Sebuah karya tertulis sudah
peroleh tahta gelar MPd
namun ini kebohongan glomour
menipu diri...
hianati ilmu...

akankah ini tuntas
terhapus dosa-dosa
penghianatan dasar-dasar ilmu

sementara hati bertaut
pada ilmu dasar sejati

barulah terobati
waktu mengatur tuk berpulang
pada keabadian ilmu pertama

dutahapan kan terlangkahi
sbagai pengabdian abadi
pada Tuhan...
pada ilmu...


(lili mulyadi/smpn 2 mandirancan)


pm

HUJAN RISIK SEPANJANG MALAM

Sepanjang malam hujang yang risik mengisi
tamasya langit dengan senandung bunga-bunga layu
Bayang-bayang matahari yang rindu menyelinap
antara berkas-berkas yang digoreskan waktu

Dijendela cahaya lampu terbaring memejamkan mata
dicium kaca yang muram, tetesan air di bawah bumi
fajar tiba angin memenuhi pantai yang bersih
dengan perahu-perahu nelayan.

Ah, tapi serasa ada yang hampamendesir sekoyong-koyong

membuka pintu rumahku yang lesu di ketok musim semi


( Abdul Hadi W.M )
1974

p.m

DOA SEBELUM TIDUR

Maafkan saya, Tuhan
baru kali ini sempat mengingat-MU
Maafkan saya, Tuhan
mungkin besok aku lupa lagi

Aku akan tidur
mungkin beberapa jam saja
kini terserah Kepada-Mu
nasibku terlena di pangkuan-Mu

Aku tak biasa
Berdoa panjang-panjang
Hanya Kuminta
tolong damaikan dunia
selama aku lelap tidur dan terlupa

Aku tahu engkau takkan tidur
dan tak kunjung lupa
Oleh karena itu
sebelum tidur kuminta pada-Mu
apa saja yang baik
untukku
dan untuk siapa saja

(Ah, barangkali Kau tertawa
tapi betapa pun
maafkan daku)

(Budiman S. Harjono/1938)