BERPUISI MEMPERHALUS PRILAKU MENGASAH KEPEKAAN

Minggu, 02 Mei 2010

pm

SURAT DARI IBU

Pergi kedunia luas anakku sayang
Pergi ke hidup bebas
Selama angin masih angin buritan
Dan matahari pagi menyinar daun-daun
Dalam rimba dan padang hijau

Pergi kelaut lapas
Pergi ke alam bebas
Selama hari belum petang
Dan warna senja brlum kemerah-merahan
Dan menutup pintu waktu lampau

Jika bayang telah pudar
Dan elang laut pulang ke serang
Angin bertiup ke benua
Tiang-tiang akan kering sendiri
Dan nakhoda sudah tahu pedoman
Boleh engkau datang kepadaku

Kembali pulang, anakku sayang
Kembali kebalik malam
jika kapalmu telah rapat ke tepi
kita akan bercerita
"tentang cinta dan hidup pagi hari"



pm

pm

SAWAH

Sawah tersusun dilereng gunung
Berpagar dengan bukit barisan
Sayup-sayup ujung ke ujung
Padi mudanya hijau berdandan

Didangau perawan duduk menyulam
Matanya memandang padi huma
Sekali-kali ia bernalam
Dipetik dari hati mudanya

Kalau pipit turun berkawan
Merayap hinggap dimayang padi
Terdengar teriak suara perawan
Menyurh pipit menjauhkan diri

kalau pipit sudah terbang
Melayang hilang pulang kerimba
Perawan bernyanyi menembang-tembang
Menyesali pipit tak tahu iba

"mengapa engkau ayuhai pipit,
Tak tahu diarti iba kasihan,
Badanku payah menanggung kasihan,
Mencucur keringat sepanjang zaman
Engkau tahu memakan saja?"


P.M

CITAKU JAUH DI PULAU

Citaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri


Perahu melancar, bulan memancar
dileher kukalungkan oleh oleh buat sipacar
angin membantu,laut terang, tapi terasa
Aku tidak'kan sampai padanya

Di air yang tenang, diangin mendayu
diperaan penghabisan segala melaju
Ajal bertahta,sambil berkata
"Tunjukan perahu kepangkuanku saja"

Amboi Jalan sudah bertahun kutempuh
Perahu yang bersama 'kan merapuh
Mengapa ajal memanggil dulu
Sebelum berpeluk dengan cintaku?

Manisku jauh di pulau
Kalau 'ku mati ,dia mati iseng sendiri


(Chairil Anwar.1954)

Sabtu, 01 Mei 2010

p.m

DIPONOGORO

Di mana pembangunan ini
tuan hidup kembali

Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar.Lawan banyaknya seratus kali
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselendang semangat yang tak bisa mati

MAJU

Ini barisan tak bergenderang- berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.

Sekali berarti
Sudah itu mati

MAJU

Bagimu Negeri
Menyediakan api.

Punah di atas mengahamba
Binasa di atas ditindas

Sungguhpun dalam ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai

Maju
Serbu
Serang
Terjang
(Chairil Anwar 1943)



p.mp

DI ATAS TAHTA KEBOHONGAN

Dua belas bulan
aku berkelana di dunia asing
tanpa dasar ilmu

kesengsaraan lahirbatin
kala diletakan kertas bertulis
asing ilmu gelappengab
namun takkuasa menolak

Sebuah karya tertulis sudah
peroleh tahta gelar MPd
namun ini kebohongan glomour
menipu diri...
hianati ilmu...

akankah ini tuntas
terhapus dosa-dosa
penghianatan dasar-dasar ilmu

sementara hati bertaut
pada ilmu dasar sejati

barulah terobati
waktu mengatur tuk berpulang
pada keabadian ilmu pertama

dutahapan kan terlangkahi
sbagai pengabdian abadi
pada Tuhan...
pada ilmu...


(lili mulyadi/smpn 2 mandirancan)


pm

HUJAN RISIK SEPANJANG MALAM

Sepanjang malam hujang yang risik mengisi
tamasya langit dengan senandung bunga-bunga layu
Bayang-bayang matahari yang rindu menyelinap
antara berkas-berkas yang digoreskan waktu

Dijendela cahaya lampu terbaring memejamkan mata
dicium kaca yang muram, tetesan air di bawah bumi
fajar tiba angin memenuhi pantai yang bersih
dengan perahu-perahu nelayan.

Ah, tapi serasa ada yang hampamendesir sekoyong-koyong

membuka pintu rumahku yang lesu di ketok musim semi


( Abdul Hadi W.M )
1974